sebisa mungkin.. saya berusaha untuk tidak membuat sarang laba-laba di blog kesayangan ini lebih banyak lagi..
karena itu.. mari kita mulai dengan merenungkan perasaan sang hujan..
sesekali saya tertegun melihat rintik-rintik yang jatuh satu per satu menimpa atap rumah saya.. semakin lama semakin deras..
kondisi yang sama. respon yang berbeda.
saya melihat berbagai status bbm, fb, twitter seketika kompak mengeluhkan fenomena ini.
saya sendiri tak memungkiri diri saya sering lancang terhadap sang hujan..
seenaknya menyalahkan..
tapi apakah pernah terbertik dalam pikiran kita apa yang dirasakan sang hujan akan makian kita, keluhan kita, dan umpatan-umpatan yang lainnya?
saya tersadar ketika mencoba "menjadi" hujan itu..
yang dengan tulus ikhlas melaksanakan perintahNya.. namun yang diterima hanyalah umpan balik cacian.
tentu kita akan marah, jengkel.. tetapi sang hujan? betapa tegarnya ia..
tak mampu saya menggoreskan kedahsyatannya, keikhlasan darinya..
bisakah kita..
yang mengemban amanat jauh melebihi tanggung jawab hujan yang tugasnya untuk menyuburkan bumi ini.
sekali lagi, saya mengingatkan kita (terlebih diri saya sendiri) dengan amanat ke"khalifah"an yang diberi kepada kita, manusia.
bisakah kita belajar keikhlasan dari sang hujan untuk tugas kekhalifahan kita? minimal pemimpin yang betul-betul mampu mengendalikan diri sendiri dengan "ikhlas"? tentu bisa, lihatlah hujan.. rasakanlah ketulusannya..
apa perasaan sang hujan?
tanpa kata
sulit untuk mengucapkannya lewat kata
hanya desah angin yang bisa
atau bahasa mata yang indah
atau senyuman kecil yang menghias
aku yakin itu sebuah niscaya
tak perlu kau repot melisankannya
hanya dengan isyarat mu saja
aku sudah mengerti
ah, kau memang nakal
tak bisakah kau sedikit menahannya?
biarlah waktu yang berbicara
atas rahasia berharga itu
kelak kau paham bahwa
hidup penuh kejutan
jika kau mengungkapkannya tanpa kata
tapi dengan tanganmu, dengan kegigihanmu
#iseng ber-puisi di tengah dinginnya malam sebelum tidur#
hanya desah angin yang bisa
atau bahasa mata yang indah
atau senyuman kecil yang menghias
aku yakin itu sebuah niscaya
tak perlu kau repot melisankannya
hanya dengan isyarat mu saja
aku sudah mengerti
ah, kau memang nakal
tak bisakah kau sedikit menahannya?
biarlah waktu yang berbicara
atas rahasia berharga itu
kelak kau paham bahwa
hidup penuh kejutan
jika kau mengungkapkannya tanpa kata
tapi dengan tanganmu, dengan kegigihanmu
#iseng ber-puisi di tengah dinginnya malam sebelum tidur#
Hidayah Melalui Chatting
Franklin baru bersyahadat sebulan yang lalu. Dia sekarang aktif mengikuti kajian Islam pada The Islamic Forum for new / non Muslims yang asuh di Islamic Cultural Center. Subhanallah, pekan pertama dia menjadi Muslim, pemuda hispanic (keturunan Amerika Selatan) ini sudah membawa 2 orang temannya ikut bersyahadat. Satu orang gadis hispanic, satu orang lagi pemuda Yahudi.Dalam hati saya bertanya-tanya, apa saja yang dia bicarakan kepada teman-temannya itu, sampai mereka tertarik ikut bersyahadat. Pertanyaan saya itu kemudian terjawab.
Beberapa hari lalu, saya dikiriminya transkrip percakapan internet(chatting)nya dengan seorang pemuda lain di New York upstate. Dilakukan jam 1 dini hari! Kegigihannya dalam meyakinkan orang, bahwa Islam itu cool (keren) bikin saya tersipu-sipu. Gayanya funky khas anak muda. Berikut ini terjemahan percakapan mereka.
Mengapa Wanita Wajib Memakai Hijab (Jilbab) ?
Allah Subhanahu wa Ta’ala menjadikan kewajiban menggunakan hijab
sebagai tanda ‘Iffah (menahan diri dari maksiat). Allah Subhanahu wa
Ta’ala berfirman (yang artinya): “Hai Nabi!
Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri
orang mu’min: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh
mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal,
karena itu mereka tidak diganggu.” (Q.S. Al-Ahzab: 59)
Hijab Itu Adalah Ketaatan Kepada Allah Dan Rasul
Allah Subhanahu wa Ta’ala telah mewajibkan ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya berdasarkan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala (yang artinya): “Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mu’min dan tidak pula bagi perempuan yang mu’minah, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sesungguhnya dia telah sesat, dengan kesesatan yang nyata.” (Q.S. Al-Ahzab: 36)
Termasuk dalam pengertian taat dalam ayat Qur’an diatas adalah taatnya seorang wanita dalam menutup aurat dan cara berpakaian mereka. Ayat tersebut menjelaskan bagi yang tidak taat mereka adalah sesat dengan kesesatan yang nyata.
Allah Subhanahu wa Ta’ala juga memerintahkan kaum wanita untuk menggunakan hijab sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala (yang artinya): “Dan katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluan-nya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya.” (Q.S An-Nur: 31)
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman (yang artinya): “Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliyah.” (Q.S. Al-Ahzab: 33)
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman (yanga artinya): “Apabila kamu meminta suatu (keperluan) kepada mereka (istri-istri Nabi), maka mintalah dari belakang tabir. Cara yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka.” (Q.S. Al-Ahzab: 53)
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman (yang artinya): “Hai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mu’min: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” (Q.S. Al-Ahzab: 59)
Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda: “Wanita itu aurat” maksudnya adalah bahwa ia harus menutupi tubuhnya.
Hijab Itu ‘Iffah (Kemuliaan)
Allah Subhanahu wa Ta’ala menjadikan kewajiban menggunakan hijab sebagai tanda ‘Iffah (menahan diri dari maksiat). Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman (yang artinya): “Hai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mu’min: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu.” (Q.S. Al-Ahzab: 59)
Itu karena mereka menutupi tubuh mereka untuk menghindari dan menahan diri dari perbuatan jelek (dosa), “karena itu mereka tidak diganggu”. Maka orang-orang fasik tidak akan mengganggu mereka. Dan pada firman Allah “karena itu mereka tidak diganggu” sebagai isyarat bahwa mengetahui keindahan tubuh wanita adalah suatu bentuk gangguan berupa fitnah dan kejahatan bagi mereka.
Hijab Itu Kesucian
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman (yang artinya): “Apabila kamu meminta suatu (keperluan) kepada mereka (istri-istri Nabi), maka mintalah dari belakang tabir. Cara yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka.” (Q.S. Al-Ahzab: 53)
Allah Subhanahu wa Ta’ala menyifati hijab sebagai kesucian bagi hati orang-orang mu’min, laki-laki maupun perempuan. Karena mata bila tidak melihat maka hatipun tidak berhasrat. Pada saat seperti ini, maka hati yang tidak melihat akan lebih suci. Ketiadaan fitnah pada saat itu lebih nampak, karena hijab itu menghancurkan keinginan orang-orang yang ada penyakit di dalam hatinya, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman (yang artinya): “Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya.” (Q.S. Al-Ahzab: 32)
Hijab Itu Adalah Ketaatan Kepada Allah Dan Rasul
Allah Subhanahu wa Ta’ala telah mewajibkan ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya berdasarkan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala (yang artinya): “Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mu’min dan tidak pula bagi perempuan yang mu’minah, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sesungguhnya dia telah sesat, dengan kesesatan yang nyata.” (Q.S. Al-Ahzab: 36)
Termasuk dalam pengertian taat dalam ayat Qur’an diatas adalah taatnya seorang wanita dalam menutup aurat dan cara berpakaian mereka. Ayat tersebut menjelaskan bagi yang tidak taat mereka adalah sesat dengan kesesatan yang nyata.
Allah Subhanahu wa Ta’ala juga memerintahkan kaum wanita untuk menggunakan hijab sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala (yang artinya): “Dan katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluan-nya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya.” (Q.S An-Nur: 31)
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman (yang artinya): “Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliyah.” (Q.S. Al-Ahzab: 33)
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman (yanga artinya): “Apabila kamu meminta suatu (keperluan) kepada mereka (istri-istri Nabi), maka mintalah dari belakang tabir. Cara yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka.” (Q.S. Al-Ahzab: 53)
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman (yang artinya): “Hai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mu’min: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” (Q.S. Al-Ahzab: 59)
Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda: “Wanita itu aurat” maksudnya adalah bahwa ia harus menutupi tubuhnya.
Hijab Itu ‘Iffah (Kemuliaan)
Allah Subhanahu wa Ta’ala menjadikan kewajiban menggunakan hijab sebagai tanda ‘Iffah (menahan diri dari maksiat). Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman (yang artinya): “Hai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mu’min: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu.” (Q.S. Al-Ahzab: 59)
Itu karena mereka menutupi tubuh mereka untuk menghindari dan menahan diri dari perbuatan jelek (dosa), “karena itu mereka tidak diganggu”. Maka orang-orang fasik tidak akan mengganggu mereka. Dan pada firman Allah “karena itu mereka tidak diganggu” sebagai isyarat bahwa mengetahui keindahan tubuh wanita adalah suatu bentuk gangguan berupa fitnah dan kejahatan bagi mereka.
Hijab Itu Kesucian
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman (yang artinya): “Apabila kamu meminta suatu (keperluan) kepada mereka (istri-istri Nabi), maka mintalah dari belakang tabir. Cara yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka.” (Q.S. Al-Ahzab: 53)
Allah Subhanahu wa Ta’ala menyifati hijab sebagai kesucian bagi hati orang-orang mu’min, laki-laki maupun perempuan. Karena mata bila tidak melihat maka hatipun tidak berhasrat. Pada saat seperti ini, maka hati yang tidak melihat akan lebih suci. Ketiadaan fitnah pada saat itu lebih nampak, karena hijab itu menghancurkan keinginan orang-orang yang ada penyakit di dalam hatinya, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman (yang artinya): “Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya.” (Q.S. Al-Ahzab: 32)
kembali
hanya sekedar rindu.. melihat dalam kenangan semua kenakalanmu, keusilanmu, dicampurbaur kan dengan kegilaan dan ketidakjelasan ku dulu membuat ku rindu. sangat rindu. (ups)
walaupun kini berbeda, tak pernah lagi muncul ke-usil-an mu yang begitu membuatku salah tingkah. alamak. ketika mengingatnya lagi, membuatku menertawakan diriku sendiri, "betapa bodohnya aku! mudah tertipu dengan trik gampangan seperti itu" tetapi semuanya berlalu seiring waktu, dan ada takdir yang membuatnya berbeda saat ini.
jika kita bisa berbicara dengan waktu, banyak sekali yang ingin kutumpahkan rayuan untuknya agar segera memberi kembali detik-detik yang telah lewat, dan merasakan ke-seru-an itu sekali lagi. namun tak bisa, semua telah diatur, entah rahasia apa yang disimpan rapi olehNya, Sang Maha Perangkai Episode terindah dalam hidup, yang merangkai hikmah manis di dalamnya. aku tidak kecewa dengan ketetapan waktu. setidaknya aku berharap suatu saat nanti Allah bisa membantuku merasakannya kembali.
menunggu? tak apa
walaupun kini berbeda, tak pernah lagi muncul ke-usil-an mu yang begitu membuatku salah tingkah. alamak. ketika mengingatnya lagi, membuatku menertawakan diriku sendiri, "betapa bodohnya aku! mudah tertipu dengan trik gampangan seperti itu" tetapi semuanya berlalu seiring waktu, dan ada takdir yang membuatnya berbeda saat ini.
jika kita bisa berbicara dengan waktu, banyak sekali yang ingin kutumpahkan rayuan untuknya agar segera memberi kembali detik-detik yang telah lewat, dan merasakan ke-seru-an itu sekali lagi. namun tak bisa, semua telah diatur, entah rahasia apa yang disimpan rapi olehNya, Sang Maha Perangkai Episode terindah dalam hidup, yang merangkai hikmah manis di dalamnya. aku tidak kecewa dengan ketetapan waktu. setidaknya aku berharap suatu saat nanti Allah bisa membantuku merasakannya kembali.
menunggu? tak apa
~::*Wahai Kau Pasangan Tulang Rusuk Yang Allah Pilih Untukku*::~
sumber: http://andikaalbanjariiiyahoocom.blogspot.com/2011/04/wahai-kau-pasangan-tulang-rusuk-yang.html
Wahai kau pasangan tulang rusukku
Siapa n dimanakah kau aku menunggu Saat khitbah kau nyatakan padaku
Kuharap saat itu indah
dalam penantianku
Aku hanyalah sebutir pasir dihamparan luas
Dilahiran dengan suka cita
Dibesarkan dalam kasih keluarga
Dengan harapan suatu saat aku bisa bahagia
Menemukan kekasih sejati yang memberikan cinta
Mengasihi dengan tulus apa adanya
Wahai kau pasangan tulang rusukku
Harapan tulus kuhatur untukmu
Semoga kau bisa berikan semua tu
Menjadikanku insan bahagia dengan kasihmu
Membuatku dekat pada Illahi Robbi ku
Selalu merindukan kehadiranmu
Tuk beribadah bersama dalam naungan kasih sayangmu
Menciptakan istana tahajud dalam sujud panjang bersamamu
Menggapai kerido'an dan surga Illahi Robbi ku
Saat janji indah sehidup semati kau ucap untukku
Disaat kau halalkan aku bagimu
Semoga saat tu adalah awal pengabdianku
Menjadi makmum yang sholeha bagimu
Mengabdikan diri sepenuh jiwaku
Berjuang bersama menegakkan panji islam itu tekadku
Kau adalah yang terindah bagiku
Segala ucapanmu adalah sebuah titah bagiku
Selama itu baik dalam syari'atku
Dengan ikhlas aku akan jalani n menjujung tinggi perintahmu
Bersama arungi bahtera kehidupan baru
Menciptakan keluarga sakinah mawardah warrohmah n barokah
Menjadi madrasah indah bagi buah hati kita
Membentuk mujahid n mujahidah
Yang ditangannya ada semangat jihad
Menegakkan panji-panji islam
Berjuang dengan hati n jiwanya sebagai syuhada'
Dengan balutan kasih sayang yang indah
Dengan keterbatasan yang ada padaku
Kau hadir sebagai penyempurnaku
Rengkuh aku dalam kasihmu saat aku berada dalam kelemahanku
Ketika amarah merajai hidupku
Jadikan dirimu penyejuk hati dengan senyuman tulus n perhatianmu
Bimbing aku dengan kasih lembut mu
Agar dunia ini selalu indah bersamamu
Aku adalah tulang rusuk yang bengkok
Akan tetap bengkok jika kau biarkan itu
Akan patah jika kau paksa luruskan aku
Hanya kasih lembutmu yang bisa lakukan itu
Karena kau adalah nahkoda bagiku
Ku hanya ingin gapai keridhoanmu wahai pasangan tulang rusukku
Karena ridhomu adalah ridho Illahi Robbii ku
Kala ikhlasmu menghantarkanku ke surga itu
Saat diri ini menutup mata meninggalkanmu
Untaian do'a kan senyuman ikhlas kan mengantarkanku
Karena kau adalah kunci surga itu.
Semoga Bermanfa'at
Bilamana catatan ini dirasa bermanfaat bagi Para Sahabat ?
Maka Sebarkanlah
semoga membawa PERUBAHAN ke yang lebih baik bagi Bangsa ini & menjadi amal jariyah bagi kita semua,aamiin... :-)
"Barang siapa MENUNJUKKAN pada KEBAIKAN ,
maka baginya PAHALA seperti orang yang MELAKUKANnya ." (HR.Muslim)
ƸӜƷ.¸¸¸.••..ƸӜƷ..••.¸¸¸.ƸӜƷ
Wahai kau pasangan tulang rusukku
Siapa n dimanakah kau aku menunggu Saat khitbah kau nyatakan padaku
Kuharap saat itu indah
dalam penantianku
Aku hanyalah sebutir pasir dihamparan luas
Dilahiran dengan suka cita
Dibesarkan dalam kasih keluarga
Dengan harapan suatu saat aku bisa bahagia
Menemukan kekasih sejati yang memberikan cinta
Mengasihi dengan tulus apa adanya
Wahai kau pasangan tulang rusukku
Harapan tulus kuhatur untukmu
Semoga kau bisa berikan semua tu
Menjadikanku insan bahagia dengan kasihmu
Membuatku dekat pada Illahi Robbi ku
Selalu merindukan kehadiranmu
Tuk beribadah bersama dalam naungan kasih sayangmu
Menciptakan istana tahajud dalam sujud panjang bersamamu
Menggapai kerido'an dan surga Illahi Robbi ku
Saat janji indah sehidup semati kau ucap untukku
Disaat kau halalkan aku bagimu
Semoga saat tu adalah awal pengabdianku
Menjadi makmum yang sholeha bagimu
Mengabdikan diri sepenuh jiwaku
Berjuang bersama menegakkan panji islam itu tekadku
Kau adalah yang terindah bagiku
Segala ucapanmu adalah sebuah titah bagiku
Selama itu baik dalam syari'atku
Dengan ikhlas aku akan jalani n menjujung tinggi perintahmu
Bersama arungi bahtera kehidupan baru
Menciptakan keluarga sakinah mawardah warrohmah n barokah
Menjadi madrasah indah bagi buah hati kita
Membentuk mujahid n mujahidah
Yang ditangannya ada semangat jihad
Menegakkan panji-panji islam
Berjuang dengan hati n jiwanya sebagai syuhada'
Dengan balutan kasih sayang yang indah
Dengan keterbatasan yang ada padaku
Kau hadir sebagai penyempurnaku
Rengkuh aku dalam kasihmu saat aku berada dalam kelemahanku
Ketika amarah merajai hidupku
Jadikan dirimu penyejuk hati dengan senyuman tulus n perhatianmu
Bimbing aku dengan kasih lembut mu
Agar dunia ini selalu indah bersamamu
Aku adalah tulang rusuk yang bengkok
Akan tetap bengkok jika kau biarkan itu
Akan patah jika kau paksa luruskan aku
Hanya kasih lembutmu yang bisa lakukan itu
Karena kau adalah nahkoda bagiku
Ku hanya ingin gapai keridhoanmu wahai pasangan tulang rusukku
Karena ridhomu adalah ridho Illahi Robbii ku
Kala ikhlasmu menghantarkanku ke surga itu
Saat diri ini menutup mata meninggalkanmu
Untaian do'a kan senyuman ikhlas kan mengantarkanku
Karena kau adalah kunci surga itu.
Semoga Bermanfa'at
Bilamana catatan ini dirasa bermanfaat bagi Para Sahabat ?
Maka Sebarkanlah
semoga membawa PERUBAHAN ke yang lebih baik bagi Bangsa ini & menjadi amal jariyah bagi kita semua,aamiin... :-)
"Barang siapa MENUNJUKKAN pada KEBAIKAN ,
ƸӜƷ.¸¸¸.••..ƸӜƷ..••.¸¸¸.ƸӜƷ
senyumlah
bismillah~
saya ataupun aku, apapun kata yang menggambarkan tentang dirimu, maka tetaplah menjadi dirimu yang sebenarnya, jika perangai mu seperti anak kecil yang lucu, bersemangat, dan pantang menyerah, pertahankanlah, yang negatif dari sifat kekanakan dibuang saja, jika perangaimu selalu ingin berbicara, pertahankanlah, kendalikan agar dia tak membuatmu tergelincir, mudah kan?
tak perlu malu ketika seseorang mencemooh mu dengan "hey anak kecil" atau "kau tak pantas disebut dewasa" atau "kau terlalu cerewet" jika memang desain itulah yang Allah tentukan untukmu, maka syukuri. tak perlu kau dengar cibiran-cibiran dari lisan-lisan kotor tersebut, yang bisanya hanya mencela orang lain. ketahuilah bahwa mereka-mereka itu, tersiksa dengan dirinya sendiri, mengapa? karena mereka... belum memiliki integritas dan menemukan jati diri mereka.. dan mereka sadar bahwa anda berada di atas mereka, sehingga mereka berusaha merendahkan anda dengan lisan-lisan itu, so stay cool cause syukur aja! ;)
oleh karenanya, tersenyumlah saudaraku~ hidup ini kau yang rajut, maka jalanilah dengan kebahagiaan :)
#catatan kecil ketika senja menyapa#
saya ataupun aku, apapun kata yang menggambarkan tentang dirimu, maka tetaplah menjadi dirimu yang sebenarnya, jika perangai mu seperti anak kecil yang lucu, bersemangat, dan pantang menyerah, pertahankanlah, yang negatif dari sifat kekanakan dibuang saja, jika perangaimu selalu ingin berbicara, pertahankanlah, kendalikan agar dia tak membuatmu tergelincir, mudah kan?
tak perlu malu ketika seseorang mencemooh mu dengan "hey anak kecil" atau "kau tak pantas disebut dewasa" atau "kau terlalu cerewet" jika memang desain itulah yang Allah tentukan untukmu, maka syukuri. tak perlu kau dengar cibiran-cibiran dari lisan-lisan kotor tersebut, yang bisanya hanya mencela orang lain. ketahuilah bahwa mereka-mereka itu, tersiksa dengan dirinya sendiri, mengapa? karena mereka... belum memiliki integritas dan menemukan jati diri mereka.. dan mereka sadar bahwa anda berada di atas mereka, sehingga mereka berusaha merendahkan anda dengan lisan-lisan itu, so stay cool cause syukur aja! ;)
oleh karenanya, tersenyumlah saudaraku~ hidup ini kau yang rajut, maka jalanilah dengan kebahagiaan :)
- Widy J.S -
#catatan kecil ketika senja menyapa#
Subscribe to:
Posts (Atom)


