Buscar

Páginas

Yuk, kita taubat! :)




Kecerdasanmu akan mengantarmu untuk segera bertaubat, tapi hawa nafsumu berdiri menghalangi jalanmu. Keduanya akan selalu bertarung memperebutkan jiwamu. Bila engkau membekali dirimu dengan pasukan tekad, niscaya musuhmu lari menjauhimu.

“(Dan ingatlah akan) hari (yang pada hari itu) Kami bertanya kepada Jahannam: “Apakah kamu sudah penuh?” Dia menjawab: “Masih adakah tambahan?” Q.S Qaaf : 30

Maka pujilah Tuhanmu, wahai hamba-hamba Allah, karena ia telah memanjangkan usia kita sehingga dapat mengetahui kalimat yang sarat dengan hikmah ini, kita tidak dapat membayangkan bila saja Allah mencabut nyawa kita saat ini. Bagaimanakah kita akan sanggup menengadahkan wajah kita di hadapan Allah, kalimat apa yang layak kita ucapkan, dan amal unggulan apa yang dapat kita banggakan di hadapan-Nya ?

Wahai kalian yang tertipu dengan gemerlap dunia, bangkit, dan sadarlah
Segala yang kau butuhkan telah berlalu bersama dengan kafilah yang membawanya
Bila engkau telah berbuat dosa, bangkitlah dan mintalah ampun
Kepada yang Maha Mulia yang menerima taubat setiap hamba-Nya
Bangkitlah kepada Tuhanmu yang Maha Agung dengan penuh harap
Yang senantiasa mengampuni dosa hamba-Nya di malam hari yang ia lakukan pada siang hari.
(Cat.kaki : Min Washaya Rr-Rasul, Daar Al-‘Itisham)

Saudaraku-saudaraku tercinta.. pernahkah kita melakukan taubat nasuha kepada Allah ? Alangkah indahnya bila seorang di antara kita bersimpuh di hadapan Allah sebagai hamba yang bertaubat dan menyesali segala perbuatannya itu. Menundukkan kepala sembari menengadahkan tangannya, memohon kepada Allah dengan penuh harap dan cemas, air matanya mengalir basahi pipinya seraya berkata:

Wahai Tuhanku, adakah selain kelembutan-Mu sebagai tempatku bersandar
Yang Semoga di depan pintunya tidak terusir
Wahai Tuhanku, curahkan taubat-Mu untukku sebagai Utang bagiku,
Dan kemuliaan wajah-Mu sebagai saksinya
Engkaulah yang Maha Tahu keadaan setiap hamba-Mu, bahwa dia sungguh
Berada dalam belenggu dosa yang teramat berat baginya meninggalkannya
Engkaulah yang menjawab setiap permohonan yang datang pada-Mu
Engkaulah yang menolong setiap orang yang meminta pertolongan
Dari laut manakah kami dapat meneguk airnya selain lautan milik-Mu
Masihkah ada pintu selain pintu-Mu sebagai tempat yang kami tuju
(Cat.kaki Tahdzib Mau’izhatul Mu’minin)

Kita harus memaklumatkan pertaubatan kita yang ikhlas kepada Allah yang Maha Mulia. Bersegeralah kalian, wahai saudaraku, jangan berpasrah diri.. cepatlah! Dan jangan ketinggalan!
Alangkah sia-sianya ia yang menghilangkan malam dan hari-harinya
Alangkah menyesalnya ia yang tergelincir dari jalan-Nya dengan keburukan dosa-dosanya
Alangkah meruginya ia yang menjadikan jual belinya adalah dosa
Alangkah menyesalnya ia yang tidak bertaubat kepada yang Maha Tahu terhadap alam ghaib
Bagaimanakah keadaannya kelak pada saat orang-orang jujur itu berlomba memasuki syurga?
Dan ketika ia terusir, sementara orang-orang mukhlis itu mendekati-Nya
Betapa besarnya kerugian di hari keabadian itu,
Penyesalan dan kesedihan tak terputus pada hari perpisahan itu, bangkitlah kalian, semoga rahmat Allah tercurah untuk kita semua.
Apabila engkau diseru oleh seseorang maka dengarlah!
(Cat.kaki Al-mau’izhatul Hasanah, Ibnul Jauzi)

Wahai saudaraku : cobalah renungkan mereka yang sedang melalui perjalanannya, dimanakah kelak mereka akan menepi? Ingatlah tatkala mereka diinterogasi dan ditanya! Ketahuilah bahwa saat kalian diusir, maka mereka pun terusir, alangkah rindunya bia saja mereka diterima setelah kehidupan mereka itu berakhir:

Aku tanyakan negeri itu agar ia katakan padaku
Tentang penghuninya, apakah yang telah mereka lakukan ?
Ia katakan padaku : mereka telah menetap berhari-hari disini, namun mereka telah pergi
Aku katakan : dimanakah mereka dapat kutemukan ? Dan tempat tinggal apakah yang mereka diami ?
Ia berkata : mereka kini dalam kuburnya, dan telah memperoleh dari Allah atas apa yang mereka lakukan dahulu
Demi Allah, mereka adalah kaum yang tertipu oleh angan-angan
Hingga kematian itu datang merenggutnya dengan cepat
Mereka terbiasa menunda amalan, dan tinggallah bersama hari-harinya
Dengan hanya berbicara tanpa pembuktian
Dalam lembar catatan mereka hanya tertulis perbuatan buruk dan dosa semata
Mereka tak dapat menyalahkan siapapun
Bagi mereka tempat kembali, dan tak ada tipu daya
Hanya penyesalan dalam kubur mereka
Tak berguna segala apa yang mereka peroleh dahulu
(Cat.kaki Al-Mudhisy, Ibnul Jauzi)

Yahya bin Mu’adz berkata : “Yang menghalangi seseorang dari bertaubat ialah, panjangnya angan-angan. Adapun tanda-tanda orang yang bertaubat ialah: mengucurkan air mata, senang ber-khalwat, dan memuhasabah diri saat ditimpa kesedihan.” (Dzammul Hawa, Ibnul Jauzi)

Sumber : “Kafilah orang-orang yang bertaubat” – Jasim Muhammad Badr Al-Muththawwi

YOU ARE NEVER ALONE - Zain Bikha

i love this nasheed :*

-let's check the lyrics-

Sometimes, when the world's not on your side
You don't know where to run to
You don't know where to hide.
You gaze, at the stars in the sky
At the mountains so high
Through the tears in your eyes.
Looking for a reason,
to replace what is gone.
Just remember, remember
That you are never alone.
You are never alone (you are never alone)
Just reach into your heart
And Allah is always there.
You are never alone (you are never alone)
Through sorrow and through grief
Through happiness and peace
You are never alone.
So now as you long for your past
Prepare for your future
But knowing nothings going to last
You see this life is but a road
A straight and narrow path
To our final abode
So travel well O Muslim
And Paradise will be your home
And always remember
That you are never alone.
You are never alone (you are never alone)
Just reach into your heart
And Allah is always there.
You are never alone (Allah is there)
Through sorrow and through grief
Through happiness and peace
You are never alone.
You are never alone (you are never never alone)
Just reach into your heart
And Allah is always there.
You are never alone (you are never alone)
Through sorrow and through grief
Through happiness and peace
You are never alone.
-One of my favorite Nasyid ;)-

It is all about remember your PARENTS


Hari berganti hari ,rasanya aku semakin sedih memandang keriput-keriput di wajah ayahku semakin bertambah menghiasi senyuman bijaknya…
            Hari berganti hari, rasanya aku semakin sedih melihat kerut-kerut halus di wajah ibuku juga kian bertambah, aku sangat sedih…
            Aku menyayangi mereka berdua.. yang telah merawatku sejak kecil, tidak bosan-bosannya mereka mendidikku , anak kecil yang rewelnya bahkan nakalnya minta ampun…
tiap kali aku merasa ketakutan, sedih, khawatir, mereka slalu ada di sampingku, menyemangatiku… menasehatiku.. memberikan senyumnya yang merubah semua pikiran negatifku..
aku bahagia dengan mereka… aku suka bersifat manja dengan mereka, aku tak mau fikir orang bilang apa sama aku… karena aku sayang orang tuaku..
walaupun aku sudah besar, aku tidak malu kok “bermanja-manjaan sama ibu atau ayahku di depan orang lain” (yaa dalam ukuran yang sesuai juga).. kenapa harus malu ? wong mereka aja tidak pernah malu mengurusku dulu ketika aku rewel di depan orang banyak, ketika aku mengeluarkan kata-kata yang mungkin menyakitkan hati mereka di depan orang lain… mereka saja tidak malu…
kenapa kita malu menunjukkan kasih sayang kita kepada orang tua ? aku heran dengan remaja-remaja sekarang ini.. mereka tidak sadar justru orang tua merekalah yang membuat mereka jadi seperti sekarang ini..
namun, aku juga tidak boleh terus-terusan minta bantuan orang tua, tapi juga tidak melupakan jasa mereka..  selama ini aku terus-terus berbuat salah, menghabiskan uang mereka untuk hal yang sia-sia, yang tidak bisa membuatku menjadi lebih baik. Aku akui aku salah, aku sangat sangat sangat salah!
Orang tua udah kerja, pulang sore tiap hari, untuk menafkahkan keluarganya eh aku anaknya, malah dengan enteng dan cueknya menghabiskan semua usaha-usaha mereka untuk yang tidak perlu..aku kadang lupa, dan aku tiba-tiba saja berubah menjadi seperti orang lain di hadapan mereka..
Sungguh aku jengkel dengan diriku sendiri!!
Aku kagum dan bangga memiliki orang tua seperti mereka… yang tak pernah nyerah dan putus asa menghadapi setiap lika-liku kehidupan yang dilalui.. apalagi mereka juga paham agama, mereka tidak malu bertanya padaku tentang masalah agama, mereka menghargai dan mengambil ilmu dari siapa saja walaupun dari anaknya sendiri tanpa ada rasa gengsi. Terkadang orang tua tidak mau menerima pendapat anak-anaknya, tak mau mendengar kemauan anaknya,… namun aku beruntung, syukur Alhamdulillah.. Allah sangat menyayangiku dengan memberi orang tua seperti mereka…
Kami sekeluarga sering menghabiskan waktu bersama yang mungkin orang lain jarang lakukan.. aku, kakakku, ibuku, dan ayahku.. setelah selesai sholat berjamaah kami biasa bertukar pikiran satu sama lain,  bahkan gantian menyampaikan kultum.. haha lucu rasanya, namun inilah momen-momen manis yang kan slalu terukir dalam ingatanku.



 
Ibuku dan ayahku tak henti-hentinya mengucapkan “aku bangga sama anakku yang….” Atau “ini anaknya siapa sih ? kok cerdas sekali huh ?” dan sebagainya.. kata-kata ini selalu terngiang dimanapun aku berada, di kala aku sedih… dsb,
Dan mungkin inilah yang membuat aku bersifat terbuka sama mereka, aku selalu menceritakan kejadian-kejadian sewaktu aku di sekolah sama ibuku.. dan ibu selalu mau mendengarnya sambil beliau melakukan pekerjaan rumah.. gelak tawa dan candaan slalu kami tumpahkan satu sama lain, membuat suasana rumah menjadi hangat dan rame…
Alhamdulillah…alhamdulillah…..alhamdulillah

Tak henti-hentinya aku mengucap syukur karena bagaimanapun besarnya kasih sayang orang tua untuk kita, kasih sayang Allah lebih banyak dari segalanya… karena Allah-lah yang telah menaruh besarnya kasih sayang itu ke dalam dada-dada orang tua kita. Banyak orang yang menangis tersedu-sedu jika diingatkan tentang orang tuanya daripada diingatkan tentang Allah… padahal Allah lah yang mengatur segalanya.. kita harusnya lebih mencintai Allah sebagai Pemilik orang tua kita.. dan niat kita mencintai orang tua, selain karena kasih sayang mereka ke kita, tapi karena Allah juga, mengapa ? karena Allah tak memberikan ridho-Nya, sebelum orang tua meridhokan kita..

So.. Love Allah Love Rasulullah, Love your Parents, and love someone who makes you remember your God



“Karena hidup akan semakin indah jika dihias dengan CINTA…”

Kesaksian Tetesan Air mata



Subhanallah, walhamdulillah, wa laa ilaha illallah, wallahu akbar
Ya Allah, Ya Allah..

Tak henti-hentinya gadis kecil itu menyebut-nyebut nama Rabbnya
Gadis kecil itu menangis dalam dzikirnya, dalam kesendiriannya.. sungguh indah,

Aku sangat kagum pada gadis kecil itu, kusebut ia gadis kecil.. karena ia layaknya gadis kecil yang bersih dari dosa karena keikhlasannya yang tak pernah ia ucapkan namun dapat terlihat dari sorot matanya.

Gadis kecil itu sungguh rindu pada Tuhannya.. ia begitu mencintai tuhannya, yang masih memberinya nafas, Lisan yang masih fasih dalam bacaan Al-Qur’annya, ilmu yang begitu berharga, keluarga yang bahagia, teman-teman yang menjaganya dalam iman,  ia bahkan tak bisa mengucapkannya satu per satu..

Allahu Allah… A…A….Allah.. ucapannya yang merdu terbata-bata, tetesan air matanya jatuh membasahi helai hijab yang menutupi seluruh tubuhnya..
Membuatnya seperti bidadari dunia yang memancarkan cahaya iman.. begitu beruntungnya ia,

Aku seketika ingat tentang beberapa kata indah~
“jika engkau mengingat Allah, maka Allah akan mengingatmu lebih darimu mengingatnya.. dan begitu pula jika engkau melupakannya..”

Gadis kecil itu sungguh perhiasan yang sangat langka, dan sangat mahal pula harganya!


Gadis kecil itu pasti akan sangat gembira ketika kelak di hari saat semuanya dipersaksikan di hadapan Rabbnya.. debu-debu yang menempel di hijabnya, sajadah tempat ia khusyuk mengingat Sang Rabb, bahkan tiap tetesan air matanya berkata bahwa gadis kecil ini suka menghias waktunya dengan mengingatMu ya Rabb, Menangis karenaMu, Menikmati kesendiriannya karenaMu…

Subhanallah,
Gadis kecil itu pasti akan sangat gembira, atau mungkin lebih,

Aku seketika ingat tentang hadits:
Dari Abu Hurairah r.a, Nabi s.a.w bersabda yang bermaksud:
“Tujuh golongan manusia yang dilindungi Allah di bawah bayangan-Nya (di akhirat nanti), pada hari itu tidak ada sebarang teduhan selain bayangan arasy-Nya. Mereka itu ialah (1) pemimpin yang adil; (2) pemuda yang terdidik (dibesarkan) dalam ibadat kebaktian kepada Allah; (3) Orang yang hatinya sentiasa berpaut rapat dengan masjid; (4) dua orang yang berkasih sayang karena (agama) Allah, bertemu dan berpisah untuk keredaan-Nya; (5) lelaki yang dipujuk wanita cantik lagi hartawan (bagi memenuhi nafsunya) tetapi dia menolak dan berkata aku takutkan Allah; (6) orang yang berderma secara bersembunyi sehingga tangan kirinya tidak sadar apa yang didermakan oleh tangan kanannya; (7) dan mereka yang senantiasa menyebut (mengingati) Allah dimasa keseorangan (kesunyian), maka berlinanganlah air matanya.” ”(Riwayat Syaikhan)



Ingin rasanya seperti Gadis kecil itu :)

Ghuraba





Ghuraba

Apakah Ghuraba itu ? banyak orang-orang yang mungkin belum tahu arti dari Ghuraba ini..
Ghuraba berarti keterasingan,

Apakah anda menyukai sebuah keterasingan ? hmm mungkin sebagian besar anda mengatakan tidak,

Namun,

Sadarkah anda bahwa sebuah keterasingan itu lebih berharga, lebih manis, lebih menyenangkan, dari sebuah popularitas dan kesenangan dunia ?

Yah, hanya orang yang percaya, yakin dengan kepercayaannya, dan melakukan apa yang telah dia percaya dari buah lisan baginda besar Rasulullah Muhammad SAW.

Beliau telah terbiasa dengan keterasingan itu, dan beliau “enjoy it”.. karena beliau YAKIN bahwa tiap-tiap perbuatannya insyaAllah menyenangkan hati kekasihnya, Allah Azza Wa Jalla.

Anda mungkin akan merasa bingung, apa enaknya merasa asing? Jika anda ingin tahu, maka cobalah menjadi asing.. karena jika anda tak pernah mencoba, maka anda tak akan pernah tahu rasanya.

Menjadi asing lah wahai saudariku karena perbuatan fisikmu…
Menjadi asing lah wahai saudariku karena dzikir jiwamu…
Menjadi asing lah wahai saudariku karena rasa malumu…
Menjadi asing lah wahai saudariku karena rasa takutmu…
Menjadi asing lah wahai saudariku karena penampilanmu dalam balutan hijab yang syar’i…

Sesungguhnya Allah sangat mencintai orang-orang asing yang ikhlas diantara kalian. Dan jika Allah telah mencintai kalian, maka seluruh penduduk langit dan bumi juga turut mencintai kalian..
Islam datang dalam keadaan asing, berjalan dalam keadaan asing, dan kembali dalam keadaan asing.

Dan setelah kalian menjadi asing, maka lihatlah hati kalian menari dengan gembira karena pemiliknya berada di titian yang dicintai Rabb-nya.



-Proud to be the Strangers-