Buscar

Páginas

Makhluk mulia… tapi,


Manusia,
 Jika hatinya telah mati, susah untuk mengubah tabiatnya
Walaupun ilmu bahkan peringatan sekalipun, sama sekali tak berbekas dalam benak dan hatinya.
Kasihan ia,
Tertipu oleh dirinya sendiri,
Terlena olh kebahagiaan sesaat,
Lupa ia,
Bahwa dirinya sebenarnya adalah makhluk tak berdaya yang tak bisa hidup tanpa izin-Nya
Kadang manusia menilai apa yang terlihat,
Mendambakan yang sementara,
Dan melupakan yang abadi,
Dengan penuh kesombongan ia berjalan di muka bumi,
Saling merangkul dengan makhluk terlaknat, syetan.. Naudzubillah
Tidak sepantasnya manusia sombong,
Ia bukan syetan,
Derajatnya lebih tinggi,
Ia makhluk mulia, namun..
Mengapa ia ingin seperti syetan ?
Yang selalu membawa kesombongan dalam hati ?
Yang sering mengukir dengki dalam hati ?
Sadarkah ia ?
Bahwa apa yang ia banggakan tak memberi manfaat sedikitpun ?

“Para penghuni neraka menyeru para penghuni surga, “tuangkanlah (sedikit) air kepada kami atau rezeki apa saja yang telah dikaruniakan Allah kepadamu.” Mereka menjawab,”Sungguh Allah telah mengharamkan keduanya bagi orang-orang kafir.
(yaitu) orang-orang yang menjadikan agamanya sebagai permainan dan senda gurau, dan mereka telah tertipu oleh kehidupan dunia. Maka pada hari ini (kiamat), Kami melupakan mereka sebagaimana mereka dahulu melupakan pertemuan hari ini, dan karena mereka mengingkari ayat-ayat Kami.”
 
Q.S Al-A’raf : 50-51

Bangunlah kawan!
Dan
Mulailah menuangkan warna baru dalam hidup,
Warna suci akan kecintaan terhadap-Nya….







-salamku untuk ukhtifillah di bumi Allah, semoga ia selalu terjaga, amin Allahumma amin…-




0 comments:

Post a Comment