Buscar

Páginas

Sebuah Kekosongan

Akhir-akhir ini, seonggok daging yang disebut hati, terasa begitu kosong..

Sangat sesak dan juga sesat, tak tahu kemana ia akan pergi…
Ia hampa,

Ia rindu akan sebuah nasehat tulus dari saudarinya…

Semakin hari sepertinya ia kian menjauh dari Allah, ia menyadari hal itu…
Ia bingung, bahkan saat mendengar lantunan Al-Qur’an yang tak lagi senikmat dulu..

Yaahh.. hati ini sakit, bahkan mendekati stadium 4, sangat parah menurut sang pemilik..
Ia rindu akan obat mujarabnya, yakni menikmati kebersamaan dalam sebuah nasehat lembut yang keluar dari lisan murabbiyah.. ia rindu tarbiyah, akhir-akhir ini ia jarang tarbiyah… ia juga sering melakukan hal-hal yang tambah menjauhkannya dari Sang Khalik..

Allah.. setidaknya engkau masih menyayangi, jika tidak mungkin ia tak akan bermuhasabah…
Ya Allah, yang telah menyusun skenario hidup begitu indah tersusun rapi.. akankah Engkau memaafkannya ? yang berhari-hari telah lalai…

Titik-titik hitam di hatinya kian membanyak..
Hingga membuat hati bahkan tak bisa menangis lagi, hanya tinggal kekosongan belaka, beginikah rasanya hidup namun tak hidup ?

Ingin kembali seperti dulu.. saat-saat indah bisa dekat dengan-Nya.. hari-hari telah terlewatkan sia-sia,


_Ya Allah, maafkan hamba-Mu yang hina ini… :’( _

0 comments:

Post a Comment